Merekam objek sebagai ide tulisan
Pengalaman batin, kepekaan terhadap lingkungan dan kekayaan bahasa adalah aset bagi seorang penulis yang akan digunakan dorongan atau motivasi untuk menulis.
Segala peristiwa yang menyentuh, yang perlu dipertanyakan atau dipersoalkan, keganjilan, ketidakseimbangan dan sisi-sisi lain dari fenomena sosial yang terlihat oleh mata hatinya terekam kuat dalam sanubarinya. Rekaman-rekaman yang tak sengaja itu suatu saat akan keluar setelah "pelatuk" nya ditarik oleh suatu sebab.
Banyak artikel bertemakan ketimpangan sosial berasal dari rekaman penulis, tentang ketidakpuasan terhadap kenyataan, anti kemapanan, dan sebagainya. Pengalaman ini bertebaran setiap hari, setiap saat penulis alami, tinggal penulis peduli apa tidak saja.
Sebenarnya untuk merekam objek yang akan dijadikan bahan tulisan tak usah jauh-jauh. Cukup mengamati hal di sekitar lingkungan yang menarik yang dialami penulis atau orang lain secara intens. Misalkan,
kita ingin menulis tulisan dengan tema "kehidupan seorang tukang bangunan" (karena sketsarumah.com sedikit banyak menggeluti masalah ini). Amati saja tingkah lakunya sehari-hari dan rekam di dalam kalbu kita. Amati juga jalan pikirannya melalui percakapan, cara bicara dan jika perlu keinginan-keinginannya sebagaimana layaknya seorang tukang bangunan. Amati juga pendidikannya, cara berpakaian, kesukaan, dan sebagainya. Jika perlu catat. Bawa notes (catatan kecil) dan bolpen setiap saat, kemana saja. Itulah senjata paling terdepan seorang penulis. Taruh di kantong baju, beres.
Lebih-lebih kini, zaman abad informasi, smart phone telah menjadi sesuatu yang jika tak ada pada seseorang, seperti ada yang kurang lengkap dalam kesehariannya. Smart phone membuat kita smart jika kita tahu menggunakan dan mengendalikannya. Catat di aplikasi note pad yang sangat ringan beban datanya. Atau, bila telah piawai menulis tanpa membuat draft nya, bahkan kita sanggup menuliskannya langsung dalam aplikasi blog yang kita pakai. Baca ulang sekali lagi, sebagai prosedur yang dilakukan seorang editor. Mantap? Publish!
Dan, jika tak langsung di posting, bisa ditunda. Lalu, seandainya ada keinginan yang kuat untuk menulis artikel tentang tukang bangunan disebabkan ada yang "menggelitik" untuk diungkap, maka penulis telah mempunyai amunisi di dalam gudang ide yaitu pada notes atau smart phone nya yang siap ditekan "pelatuk" nya.
Posting Komentar untuk "Merekam objek sebagai ide tulisan"