Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pelatuk

            Ibarat selaras senapan yang sudah berisi amunisi, tinggal menarik pelatuk saja, ia segera menyalak. Istilah ini dipopulerkan oleh seorang penulis kondang, yang mengibaratkan seorang penulis akan mulai menulis jika menemukan "pelatuk" batinnya dan menariknya.

            Seperti misalnya suatu saat, tiba-tiba seorang tukang bangunan berkata penuh kebimbangan, "Duh, bagus gak ya nanti jadinya?"
            Pertanyaan ini nyata-nyata sketsarumah.com dengar dengan telinganya sendiri. Lagi-lagi karena itu dunia usaha yang digeluti. Sang tukang ragu apa yang disuruh-kerjakan seorang kontraktor (pelaksana bangunan). Padahal urusan bagus atau indah tidaknya bukan urusan dia. Itu urusan Arsitek. Pertanyaan dan harapan seorang tukang bangunan yang tidak seperi biasanya. Keinginan yang aneh, karena selama ini dunia tukang bangunan adalah bekerja dan bekerja saja. Sejak pagi hari dia sudah bekerja, dan berhenti dan pulang ketika matahari mulai menuju peraduannya.

            Namun sangat aneh seorang tukang bangunan mempunyai keinginan dan harapan seperti seorang Arsitek? Ini adalah hal yang manusiawi sekali. Dan ini merupakan pemicu yang baik untuk segera menarik "pelatuk" batin seorang penulis.

            Atau misalkan, polemik masalah butuhnya seseorang terhadap ijazah atau serifikat untuk melanjutkan fase kehidupan seseorang setelah sekolah.

            Contoh lainnya, seseorang ingin melanjutkan studinya di Saudi Arabia akan tetapi ingin bekerja di suatu perusahaan disana. Penulis ter"gelitik" untuk menulisnya tetapi dari sisi dunia usaha, karena penulis menggeluti hal tersebut.

            Pelatuk tersebut ternyata telah sketsarumah.com tarik sendiri hingga menghasilkan tulisan Artikel Eksposisi dengan rasa Narasi berjudul "Selembar Kertas Menyesatkan". Pembaca akan terkesan karena dialog-dialog di dalamnya dengan tokoh utama Ngadiman. Rekaman objek dalam Artikel tersebut sangat sempurna terekam dan terungkap karena objeknya adalah penulis sendiri. Rekaman tersebut dikeluarkan kembali oleh penulis dijadikan alat-alat bantu Artikel untuk membuktikan kebenaran pendapat atau tesisnya.

            Pelatuk, hakikinya adalah momen-momen puncak inspirasi menulis disebabkan suatu sebab. Sekecil apapun sebab tersebut, akan mampu membuat seorang penulis yang telah terbiasa mengasah mata hatinya untuk menulis.

www.sketsarumah.com
www.sketsarumah.com Enggak jauh dari desain dan menulis, diimajinasikan dengan kopi di studio sketsarumah.com.

Posting Komentar untuk "Pelatuk"

Motivasi Menulis

Gimana nih! memulai menulis
Motivasi Menulis
Kejutan dulu,
lalu Keteraturan

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kalimat

Motivasi Menulis

Merekam objek ide tulisan

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kata

Motivasi Menulis
Agar Menulis
tidak Lumpuh

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

menulis.sketsarumah.com
Seputar #sejarahislam #biografi #salafushshalih #caramenulis #deskripsi , #eksposisi , #artikel , #essay , #feature , #ceritanyata , #cerpen nonfiksi dan #novel nonfiksi di studio www.sketsarumah.com.

Ikuti yuk!
Telegram: t.me/menulissketsarumah_com
Twitter: twitter.com/menulisketsarmh

Simpan yuk!
WhatsApp: wa.me/6285100138746 dengan nama: www.sketsarumah.com