Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

#26 Contoh Feature

 Kisah Nyonya Sulaiman

Setelah kita memiliki alat-alat dasar untuk membuat feature, mari kita coba menyusun sebuah feature dari kejadian ini: 

Dalam tugas sebagai penulis feature tentang kepolisian, aku mendengar dua polisi bercerita tentang seorang wanita tua yang menyapu halaman di depan rumahnya pada 02.00 setiap hari. Polisi mengatakan, wanita itu tidak hanya menyapu persis di depan rumahnya, tapi juga sepanjang gang. Karena ingin tahu, aku ikut mobil patroli polisi dengan harapan bisa bertemu dengan wanita itu.

Tepat pukul 02.00, polisi sampai di jalan Kurcaci, dan benar, aku melihat wanita itu sedang menyapu. Polisi menghentikan mobilnya dan menyalami wanita itu, yang kemudian membalas senyum. Aku mendekati wanita itu, kemudian memperkenalkan diri sebagai penulis. 

"Mengapa ibu menyapu setiap jam 02.00?"

"Saya tidak ingin tetangga melihat saya, dan mengira saya berusaha menjadi orang yang baik hati. Gang ini kotor dan petugas Balai Kota tidak membersihkannya. Maka saya pikir harus ada orang yang membersihkannya," jawabnya. 

Nah, aku telah menemukan calon cerita feature, maka aku pun meneruskan. "Maaf, nama ibu siapa, dan ibu tinggal di mana? Saya ingin membuat cerita tentang ibu," kataku. 

"Cerita? Saya tidak ingin dimuat di koran. Saya tak mau tetangga saya tahu." 

"Saya maklum," kataku. "Tapi saya harap ibu berpikir kembali karena masyarakat perlu mengembangkan semangat itu, dan ibu menjadi teladan. Mungkin banyak orang nanti akan mulai bangga pada lingkungan mereka, dan mulai melakukan pekerjaan untuk kepentingan masyarakat. Juga, bila bapak-bapak membaca tulisan ini, mereka akan memulai membersihkan gang ini." 

Wanita itu mempertimbangkan alasanku, bimbang sebentar, kemudian setuju. 

"Kalau engkau pikir ada manfaatnya, baiklah ..."

  "Tentu," jawabku.

"Nama saya, Selasih Sulaiman, dan saya tinggal di sana, Jalan Kurcaci nomor 16," katanya. 

"Berapa umur ibu? Sudah berapa lama ibu melakukan hal ini?"

"Umur saya 69 tahun, dan saya sudah melakukan hal ini sejak suami saya meninggal, tahun lalu. Saya tidak punya pekerjaan, tetangga saya semuanya sibuk, selalu bekerja, maka yang kecil inilah bagian saya."

"Selain bapak polisi ini, apa ada orang lain yang berhenti dan menyapa ibu?"

"Malam-malam begini sedikitlah orang yang keluar," katanya sambil tertawa kecil. 

"Kadang-kadang anak-anak muda lewat di sini kalau Ahad pagi. Mereka mainkan klakson. Mereka tidak mengganggu saya. Mereka selalu melambaikan tangan. Suatu saat ada pencuri. Polisi ini mengetahuinya. Waktu itu saya akan keluar menyapu dan melihat orang yang sedang bersembunyi di balik semak. Maka saya masuk lagi dan menelepon polisi. Kedua polisi yang baik hati ini datang dua menit kemudian, dan menangkap orang itu, yang sedang merangkak ke jendela tetangga sebelah."

Polisi itu mengangguk dan tertawa kecil. 

  "Apakah gang ini selalu kotor?"

  "Tidak," kata wanita itu. "Tidak selalu kotor, tapi wanita tua seperti saya ini perlu beramal. Karena suami saya sudah meninggal dan anak cucu sudah dewasa saya harus melakukan sesuatu."

"Apakah ibu khawatir akan keselamatan ibu?"

"Tidak, tidak, bila ada kawan-kawan polisi di dekat saya. Dua pemuda ini selalu mengontrol setiap malam untuk melihat apakah wanita tua yang gila ini aman. Saya menyapu setengah jam dan mereka selalu datang pukul 02.10 kemudian pergi jam 02.20, seperti arloji saja."

"Ya, mereka baik-baik," katanya. 

"Anak-anak memanggil saya Nenek dan selalu datang pada saya. Saya bikinkan kue untuk mereka asal ibu mereka tidak melarang. Para pria di sini juga baik-baik, membantu saya mengangkat barang-barang. Malah mereka mengecat rumah saya dengan gratis. Dan wanitanya, ketika saya agak sakit bulan Januari yang lalu, mereka merawat saya. Tidak banyak wanita tua beruntung seperti saya ini." 

Dengan tertawa gembira ia menambahkan, "Mungkin saya sudah tua, tapi saya berusaha berpikir muda. Itulah kunci hidup supaya menyenangkan, berpikir muda."

        Aku mengucapkan terima kasih kepadanya dan naik lagi ke mobil polisi. Aku duduk dan memperhatikan dia sebentar. Ia membungkuk di atas sapunya, bersenandung kecil. Jalannya terhuyung-huyung, langkahnya hati-hati. Rambutnya yang memutih diatur rapi. Aku mengingat matanya yang jernih, dan mukanya sudah berkerut karena usianya. 

Kerutan wajahnya mencerminkan kegembiraan karena mereka membentuk pola sekitar mata dan mulutnya yang selalu dihiasi senyum selama 69 tahun. 

        Aku memiliki feature nomor wahid! Sebagai penulis yang baik, Aku memanfaatkan kepribadian dan sopan santunku untuk membujuk wanita tua itu agar berbicara. Aku memancing semangat pengabdian kemasyarakatan wanita itu untuk memberi alasan kepadanya supaya bicara. Beberapa pertanyaan lain bisa dicari jawabannya untuk menghasilkan tulisan lebih baik, tapi sementara itu kutahu bahwa aku telah mempunyai segala unsur yang diperlukan. Langkah berikutnya adalah menulis cerita feature itu. 


Memilih Lead

Melihat materi yang ada, kita tahu bahwa cerita itu akan berjalan dengan sendirinya untuk Lead Deskriptif, Ringkasan, Kutipan, atau Lead yang Bercerita. Lead lain mungkin juga, tetapi kita pastikan bahwa materi itu lebih baik dengan Lead yang sudah disebut tadi. Karena menyangkut orang, kita menentukan Lead Deskriptif kegemaranku atau Lead yang Bercerita. 

Kita mencoba Lead Deskriptif dulu:

        Hanya lampu terang dan gerakan sapu yang teratur yang memecahkan kesunyian malam, pada saat wanita tua itu menjalankan tugasnya membersihkan gang pada pukul 02.00.

Lead Deskriptif di atas memusatkan perhatian pada keadaan yang istimewa (pada pukul 02.00 malam orang yang menyapu jalan). 

Bisa juga, penulis merangsang minat pembaca dengan menyorot wanita tua dan sapunya:

        Nyonya Selasih Sulaiman, 69 tahun, sudah sekitar setahun menyapu gang di Jalan Kurcaci, setiap pukul 02.00, hampir setiap hari. 

Lead Ringkasan lebih sederhana. Dengan bahan feature yang kuat, Lead Ringkasan ini boleh jadi efektif:

         Pukul 02.00 setiap hari, Nyonya Selasih Sulaiman menyapu gang depan rumahnya. 

Pemakaian unsur waktu (pukul 02.00 malam) di situ tidak sekedar kata-kata tanpa makna yang dalam, karena unsur waktu itu sangat unik dan menarik perhatian. Lead yang bercerita agak efektif juga, tapi mengurangi unsur kuat action-nya. 

        Menyusuri sepanjang gang pada 02.00, wanita tua itu sibuk menyapu sambil bersenandung dengan gembira. 

Misalkan kita pilih Lead yang Deskriptif. Setelah paragraf atau bagian berikutnya yang disebut "perangkai," kita teruskan:

        "Saya sudah melakukan hal ini sejak suami saya meninggal, tahun lalu," Nyonya Sulaiman menjelaskan dengan senyum ramahnya. 

        "Saya tidak punya pekerjaan lain. Semua tetangga saya sibuk, selalu bekerja, maka yang kecil inilah bagian saya."

        Keheningan tugas malam ini hanya terganggu oleh patroli rutin mobil polisi. Petugas patroli Aritonang dan Sujiwo mendatangi gang itu pada saat Nyonya Sulaiman ada di luar. 

        "Ia wanita yang baik. Bila tidak ada tugas lain, kami senang mendatangi daerah ini," kata Aritonang. 

        "Kedua anak ini berpatroli setiap malam untuk melihat apakah wanita tua gila ini aman," kata Nyonya Sulaiman, gembira. 

        Meskipun ia menyebut dirinya "wanita tua gila", Nyonya Sulaiman menunjukkan pandangan hidup seorang realis. 

        Mengakui bahwa gang itu tidak selalu kotor, ia menjelaskan, "Wanita tua seperti saya ini perlu beramal. Karena suami saya sudah meninggal dan anak cucu sudah dewasa, saya harus melakukan sesuatu."

        Mula-mula ia enggan berbicara tentang tugas malamnya membersihkan sampah di gang. Tetangganya tidak tahu pekerjaan itu. 

        "Saya tidak ingin tetangga saya melihat saya dan mengira saya berusaha menjadi orang yang baik hati. Gang ini kotor dan petugas balai kota tidak membersihkannya, maka saya pikir harus ada yang membersihkannya," katanya. "Saya tidak ingin ini dimuat di koran. Saya tidak mau tetangga tahu. Mengapa engkau risaukan saya keluar pada pukul 02.00?"

        Hanya dengan imbauan bahwa ada kebanggaan masyarakat, ia mau bercerita dan berharap bahwa warga kota lainnya akan mengikuti jejaknya, tapi pada siang hari. 

        "Malam-malam begini sedikitlah orang yang keluar," katanya.

        "Kadang-kadang anak-anak lewat di sini kalau Ahad pagi. Mereka mainkan klakson. Mereka tidak mengganggu saya. Mereka selalu melambaikan tangan." 

        Perkerjaan malam hari itu pernah satu kali menjadi penjaga tetangga yang sedang tidur dari kejahatan. 

        Suatu hari, ketika ia sedang menyapu, Nyonya Sulaiman melihat seorang pria bersembunyi di balik semak. 

        Maka, "Saya masuk lagi dan menelepon polisi. Kedua polisi yang baik hati ini datang dua menit kemudian dan menangkap orang itu, yang sedang merangkak ke jendela tetangga sebelah."

        Pada siang hari, tetangga di kiri-kanan rumahnya dan sepanjang gang memanggil Nyonya Sulaiman "Nenek". Matanya yang sayu penuh perasaan bila bercerita tentang tetangganya. 

        "Mereka baik-baik," katanya. 

        "Anak-anak memanggil saya 'Nenek' dan selalu datang pada saya. Saya bikinkan kue untuk mereka asal ibu mereka tidak melarang. Para pria di sini juga baik-baik, membantu saya mengangkat barang-barang. Malah mereka mengecat rumah saya dengan gratis."

        Tetangganya, para wanita, merawat Nyonya Sulaiman ketika ia agak sakit bulan Januari lalu, katanya. 

        "Tidak banyak wanita tua yang beruntung seperti saya ini. Mungkin saya sudah tua, tapi saya berusaha berpikir muda. Itulah kunci hidup supaya menyenangkan, berpikir muda."

        Setelah wawancara itu, aku menghubungi beberapa tetangga untuk memperoleh materi yang baik sebagai penutup yang wajar dan efektif. Tetangga sepanjang gang memberi tangan hangat. 

        "Nenek itu adalah yang paling aneh yang dimiliki lingkungan di sini," kata Ny. Tanzil Setiawan, tetangga sebelahnya. 

        "Kami mencintainya benar-benar."

        Meskipun Nyonya Sulaiman berusaha menyembunyikan pekerjaannya pada pukul 02.00, semua tetangga mengetahui hal itu. 

***

Sumber: Seandainya Saya Wartawan Tempo, Jakarta: Tempo Publishing, 2017 


www.sketsarumah.com
www.sketsarumah.com Enggak jauh dari desain dan menulis, diimajinasikan dengan kopi di studio sketsarumah.com.

Posting Komentar untuk "#26 Contoh Feature"

Motivasi Menulis

Gimana nih! memulai menulis
Motivasi Menulis
Kejutan dulu,
lalu Keteraturan

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kalimat

Motivasi Menulis

Merekam objek ide tulisan

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kata

Motivasi Menulis
Agar Menulis
tidak Lumpuh

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

menulis.sketsarumah.com
Seputar #sejarahislam #biografi #salafushshalih #caramenulis #deskripsi , #eksposisi , #artikel , #essay , #feature , #ceritanyata , #cerpen nonfiksi dan #novel nonfiksi di studio www.sketsarumah.com.

Ikuti yuk!
Telegram: t.me/menulissketsarumah_com
Twitter: twitter.com/menulisketsarmh

Simpan yuk!
WhatsApp: wa.me/6285100138746 dengan nama: www.sketsarumah.com