#05 Kalimat Inti
4. Hakekat Kalimat Inti
Di atas telah disebut empat syarat untuk menetapkan apakah suatu kalimat mayor adalah kalimat inti atau tidak. Syarat pertama adalah mengenai tata-urut kata-katanya. Urutan kata-katanya haruslah merupakan urutan yang biasa terdapat pada kalimat-kalimat netral, tanpa intonasi yang istimewa.Urutan-urutan yang biasa ditemukan adalah:
Bapak makan: Kata Benda + Kata Kerja.
Kakak belajar: Kata Benda + Kata Kerja.
dan sebagainya
II. Nenek tua: Kata Benda + Kata Sifat.
Anjing galak: Kata Benda + Kata Sifat.
Buku mahal: Kata Benda + Kata Sifat.
dan sebagainya
III. Bapak guru: Kata Benda + Kata Benda.
Adik pengarang: Kata Benda + Kata Benda.
Paman pedagang: Kata Benda + Kata Benda.
dan sebagainya
Walaupun sebuah kalimat inti masih mengandung dua unsur inti sebagai tampak dari contoh di atas, tetapi bila sudah mengalami perubahan berupa susunan katanya atau intonasinya, maka kalimat tersebut tidak menjadi kalimat inti lagi, tetapi telah menjadi kalimat transformasional, walaupun masih kalimat mayor.
Contoh:
1. Kalimat Inti:
2. Kalimat Transformasional:
a. Dengan perubahan intonasi
a. Dengan perubahan intonasi
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa kalimat-kalimat tersebut sudah mengalami perubahan jadi sudah menjadi kalimat transformasional. Tetapi juga bukan kalimat luas karena hanya terdiri dari dua unsur pusat.
4.1. Pola-pola Kalimat
Kedua unsur inti yang membina kalimat mayor atau kalimat inti disebut inti kalimat. Inti kalimat dari suatu kalimat mayor atau kalimat luas selalu akan dipulangkan kepada salah satu dari ketiga macam Pola Kalimat Inti di atas. Sebab itu dalam menghadapi suatu kalimat luas, haruslah kita berusaha untuk menafsirkan kembali seluruh kalimat itu, dengan kembali kepada dua unsur pusat yang menjadi inti dari kalimat luas itu.Sebab itu, untuk tujuan analisa antar kalimat, kalimat inti tersebut dijadikan Pola-pola Dasar atau Model Terkecil dari suatu konstruksi.
Jadi kita mendapat 3 macam Pola Dasar Kalimat (selanjutnya akan disebut saja Pola Kalimat):

Dengan demikian kalimat-kalimat luas berikut dapat dipulangkan kepada salah satu pola kalimat di atas:
- Dalam pada itu Ahmad belum juga datang ke Manggarai.
dapat dipulangkan kepada,Pola Kalimat I : Ahmad datang = KB – KK.
- Ketika senja awan itu merah seperti hamparan sutera yang halus halus.
Inti (pusat) kalimatnya: awan merahPola Kalimat II = KB – KS.
- Dalam hal serupa ini saya guru kepada orang-orang kampung yang terus terang memegang upacara yang dianggap mereka terkait dengan agama.
dapat dipulangkan kepadaPola Kalimat III: saya guru = KB – KB.
***
Tugas Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini di buku tulis/kertas jawaban! Sebutkan inti (pusat) kalimat-kalimat luas berikut dan termasuk Pola Kalimat yang manakah kalimat-kalimat luas tersebut di bawah ini!
Contoh : Malam itu juga, dokter muda itu berangkat ke rumah sakit rujukan pasien Covid-19.Pusat : dokter dan berangkatPola Kalimat I = KB – KK.
- Dini hari pasien positif Covid-19 telah lari dari ruang karantina RSUD Solo.
- Di Pondok Pesantren Darul Atsar bagian tahfizul Qur'an Atho yang cerdas itu musyrif semenjak tahun ini.
- Asrama santri ma'had itu sempit bagi para santri dari seluruh penjuru Indonesia.
Posting Komentar untuk "#05 Kalimat Inti"