Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

#10 Uraian Kalimat Tunggal

 3. Uraian Kalimat Tunggal

Uraian kalimat tidak lain daripada usaha menentukan atau memperinci fungsi-fungsi yang didukung oleh kata atau kelompok kata yang membina sebuah kalimat. Di atas telah dikatakan bahwa kata-kata atau kelompok kata yang mendukung suatu kalimat disebut Gatra.

3.1. Macam-macam gatra

Ketika membicarakan Pola Kalimat telah dibicarakan juga bermacam-macam gatra. Karena gatra-gatra tadi menjadi inti suatu kalimat, maka kita namakan Gatra Inti, sedangkan gatra lain sebagai hasil dari perluasan suatu kalimat inti disebut Gatra Tambahan.
Perincian berjenis-jenis gatra itu dapat diurutkan sebagai berikut:


3.1.1.  Gatra-gatra Inti

Gatra-gatra inti telah kita lewati pada pembahasan yang lalu adalah:

Ketiganya pada kolom 2 dalam teknik lama disebut Subjek, & ketiganya pada kolom 3 dalam uraian lama disebut Predikat.

3.1.2. Gatra-gatra Tambahan

Gatra-gatra tambahan ini sifatnya bermacam-macam tergantung dari kata yang dijelaskannya, 

a. Ada yang menerangkan Kata Kerja (Gatra Perbuatan) dalam suatu fungsi tertentu.
b. Ada yang menerangkan Kata Benda (Gatra Pangkal, Gatra Diterangkan, Gatra Digolongkan, Gatra Penggolong, Objek Penderita, Objek Penyerta, Objek Pelaku, serta Kata-kata Benda lainnya).
c. Ada yang menerangkan Kata Sifat (Gatra Menerangkan) dalam fungsi-fungsi tertentu.

Nah, sekarang akan diberi contoh masing-masing.

a. Gatra-gatra Tambahan yang menerangkan Kata Kerja (Gatra Perbuatan) dalam suatu fungsi tertentu. 
Dapat dibagi lagi melihat hubungannya dengan gatra yang didukung oleh kata kerja itu:
  • YANG RAPAT: 
         Dikatakan “rapat”, karena antara Kata Kerja (Gatra Perbuatan) dengan Gatra Tambahan terkait sulit untuk dijauhkan letaknya dalam susunan kata dalam satu kalimat.

1. Gatra Pelengkap Penderita
  • Saya memukul anjing.
Kata “anjing” merupakan Gatra Pelengkap Penderita (Objek Penderita) yang merupakan Gatra Tambahan yang menerangkan kepada siapa atau hal apa Kata Kerja “memukul” ditujukan.

2. Gatra Pelengkap Penyerta

  • Santri mengumpulkan tugas kepada gurunya.
Kata “gurunya” merupakan Gatra Pelengkap Penyerta (Objek Penyerta) yang merupakan Gatra Tambahan yang menerangkan kepada siapa atau hal apa Kata Kerja “mengumpulkan” ditujukan.
3. Gatra Pelengkap Pelaku (pada kata kerja yang memakai prefiks di-, ter-).
  • Uang itu dikirim oleh ayahnya.
Kata “ayahnya” merupakan Gatra Pelengkap Pelaku (Objek Pelaku) yang merupakan Gatra Tambahan yang menerangkan siapa pelaku Kata Kerja “dikirim”.

Gatra Tambahan menerangkan Kata Kerja (Gatra Perbuatan) – Pola Kalimat 1 - #Rapat

  • YANG RENGGANG:
Dikatakan “renggang”, karena antara Kata Kerja (Gatra Perbuatan) dengan Gatra Tambahan terkait masih dapat dijauhkan letaknya dalam susunan kata dalam satu kalimat.
1. Keterangan Tempat (Keterangan Lokatif): 
menjelaskan dalam ruang mana suatu perbuatan atau peristiwa berlangsung; biasanya dinyatakan oleh kelompok kata yang didahului kata-kata tugas: di, ke, dari, pada dan lain-lain.
  • Ibu tinggal di rumah.
2. Keterangan Waktu (Keterangan Temporal): 
menjelaskan dalam bidang waktu yang manakah suatu perbuatan itu terjadi; biasanya dinyatakan dengan kata-kata tugas: kemarin, sekarang, besok, lusa dan sebagainya:
  • Besok kami bertolak ke luar negeri.
3. Keterangan Alat (Keterangan Instrumental): 
menerangkan dengan alat manakah tindakan itu dilaksanakan. Biasanya dinyatakan dengan kelompok kata: dengan + kata benda:
  • Saya memukul anjing dengan tongkat.
4. Keterangan Kesertaan (Keterangan Komitatif)
adalah keterangan yang menjelaskan ikut sertanya seseorang dalam suatu tindakan. Biasanya dinyatakan dengan kelompok kata dengan + orang, dan kata tugas bersama:
  • Saya bersama ayah ke pasar.
5. Keterangan Sebab (Keterangan Kausal):
adalah keterangan yang menyatakan sebab atau alasan mengapa suatu peristiwa atau tindakan terjadi. Keterangan ini biasanya dinyatakan oleh kata-kata tugas: sebab, karena, oleh karena, dan lain-lain:
  • Saya tidak ke sekolah karena sakit.
6. Keterangan Akibat (Konsekutif): 
adalah keterangan yang menjelaskan hasil atau akibat yang diperoleh karena suatu tindakan. Hasil yang dicapai ini terjadi secara wajar, bukan karena dikehendaki. Keterangan ini biasanya oleh kelompok kata yang didahului oleh kata-kata tugas: sehingga, sampai, akibatnya:
  • Kami bekerja dengan sungguh-sungguh hingga letih.
7. Keterangan Tujuan (Keterangan Final):
menjelaskan hasil dari suatu perbuatan yang dengan sengaja dikehendaki atau dicapai. Kata-kata tugas yang mendukung keterangan ini ialah: untuk, agar, guna, supaya:
  • Kita belajar supaya pandai.
8. Keterangan Perlawanan (Keterangan Konsesif): 
menjelaskan berlakunya suatu perbuatan berlawanan atau bertentangan dengan keadaan atau kehendak si pembicara. Kata-kata tugas yang jelas mendukung keterangan ini ialah: meskipun, biarpun, walaupun, sekalipun, sungguhpun, biar:
  • Meskipun hujan, ia berangkat ke sekolah.
9. Keterangan Pembatasan: 
menjelaskan dalam batas-batas mana saja suatu perbuatan dapat dikerjakan. Kata-kata tugas yang menyatakan keterangan ini adalah: kecuali, selain:
  • Semuanya boleh kauambil, kecuali yang besar.
10. Keterangan Situasi: 
keterangan yang menjelaskan dalam suasana apa suatu perbuatan berlangsung:
  • Ia belajar dengan penuh kegembiraan.
  • Dengan tersenyum ia menjawab pertanyaanku.
11. Keterangan Kualitatif:
menjelaskan dengan cara mana atau bagaimana suatu peristiwa dilaksanakan:
  • Ia berjalan dengan cepat.
  • Ia berteriak dengan nyaring.
12. Keterangan Kuantitatif: 
menjelaskan berapa kali suatu proses berlangsung, misalnya:
  • Saya menempeleng anak itu dua kali
  • Kerjakanlah seberapa kaudapat.
13. Keterangan Perbandingan: 
menjelaskan bagaimana suatu perbuatan atau hal dibandingkan dengan perbuatan atau hal yang lain; kata-kata tugas yang menyatakan keterangan ini adalah: sama, sebagai dan lain-lain:
  • Ia sangat rajin seperti kakaknya.
14. Keterangan Modalitas: 
menjelaskan bahwa suatu proses berlaku secara subjektif, yaitu sebagai dikehendaki atau ditafsirkan oleh pembicara. Ada bermacam-macam keterangan modalitas:
  • Keterangan Kondisional (syarat): suatu perbuatan terjadi atau akan berlangsung bila syarat-syarat tertentu dipenuhi. Kata-kata tugas yang mendukung keterangan syarat adalah: jikalau, kalau, sekiranya, seandainya dan lain-lain:
Engkau akan mendapat hadiah kalau rajin.
  • Keterangan Kepastian: suatu perbuatan sungguh-sungguh atau pasti terjadi. Kepastian ini dapat bersifat positif dapat juga bersifat negatif. Oleh karena itu kata-kata tugas yang menyatakan keterangan kepastian adalah yang meliputi kedua segi itu: sungguh, sesungguhnya, pasti, tidak dan lain-lain:
Ia pasti datang.
Ia tidak mengambil buku itu.
  • Keterangan Kemungkinan atau Potensial: suatu perbuatan atau hal mungkin terjadi. Keterangan ini dinyatakan oleh kata-kata tugas: mungkin:
Mungkin dia yang menghasut pengacau itu.
  • Keterangan Keragu-raguan atau Dubitatif: terjadinya suatu proses diragukan oleh pembicara. Kata-kata tugas yang menyatakan keterangan dubitatif adalah: rupanya, kira-kira, barangkali, kalau-kalau dan lain-lain:
Barangkali ayah besok kemari.
  • Keterangan Optatif (Harapan) dan Desideratif (Keinginan): suatu peristiwa diharapkan atau diinginkan akan berlangsung. Secara eksplisit keterangan ini dinyatakan oleh kata-kata tugas: sudi, mudah-mudahan, hendaknya, dan lain-lain:
Mudah-mudahan ia datang hari ini.
  • Keterangan Ajakan (Adhortatif): keterangan yang menyatakan bahwa si pembicara mengajak melakukan suatu tindakan. Keterangan ini biasanya dinyatakan oleh: baik, mari dan lain-lain:
Mari kita mencuci karpet ini.
  • Keterangan Final atau Tujuan (= no. 7. Keterangan Tujuan) juga termasuk Keterangan Modalitas.
Kita belajar supaya pandai.

15. Keterangan Aspek: 
adalah keterangan yang menjelaskan terjadinya suatu proses secara objektif. Di sini sering terjadi kekacauan penafsiran, karena disamakan saja dengan keterangan waktu. Keterangan waktu terbatas pada penunjukan waktu seperti: kemarin, besok, lusa, dan lain-lain.

  Begitu pula terjadi kekacauan yang lain karena aspek-aspek ini sering disamakan dengan waktu (kala atau tense). Kata Kerja dalam bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk-bentuk gramatikal yang menyatakan kala (tense) itu. Tetapi untuk menyatakan tingkat kejadian itu secara objektif bahasa Indonesia memiliki suatu katagori gramatikal yang disebut aspek. Aspek ini di satu pihak dapat mengimbangi kedudukan tense dalam bahasa-bahasa Arab dan Barat. Keterangan-keterangan Aspek yang terpenting adalah; 
  • Aspek Inkoatif: menyatakan suatu peristiwa atau keadaan mulai terjadi. Biasanya hubungan kalimat kadang-kadang sudah mengandung aspek ini. Sering dinyatakan oleh kata mulai atau partikel pun + lah:
Kami mulai belajar.
Merekapun berangkatlah.
  • Aspek Kompletif atau Perfektif: bila suatu peristiwa telah selesai atau telah mencapai akhirnya. Bila kita hanya melihat hasilnya maka aspek ini disebut juga Aspek Resultatif.
Saya sudah makan.
Ayah telah berangkat.
  • Aspek Inkompletif: suatu proses belum lengkap. Dapat disejajarkan dengan Aspek Duratif, yaitu aspek yang menyatakan suatu peristiwa tengah berlangsung:
Pertandingan itu sedang dilangsungkan di Senayan.
  • Aspek Futuratif: aspek yang menyatakan suatu perbuatan akan berlangsung:
Saya akan pergi ke Bandung besok.
  • Aspek Repetitif: adalah aspek yang menyatakan suatu proses terjadi sekali lagi:
Saya pergi lagi ke rumahnya.
  • Aspek Frekuentatif: Bila suatu proses terjadi berulang-ulang kali. Kata-kata yang menyatakan aspek ini adalah: selalu, kadang-kadang, acapkali, sering dan lain-lain:
Anak itu sering membuat hal-hal yang menggemparkan.
  • Aspek Spontanitas (Serta-Merta): adalah aspek yang menyatakan bahwa suatu proses terjadi dengan tidak disangka-sangka. Kata-kata yang menyatakan aspek ini adalah: tiba-tiba, sekonyong-koyong dan lain-lain. Di samping itu ada morfem-morfem terikat yang turut mendukung aspek ini, misalnya prefiks ter-:
Tiba-tiba muncullah ia dari balik belukar itu.
Ia jatuh terduduk  mendengar berita itu.

Catatan: 
         Segala macam keterangan di atas dapat dinyatakan secara eksplisit (tersurat), dapat pula dinyatakan secara implisit (tersirat).
Yang dimaksudkan dengan cara eksplisit adalah bila keterangan itu dinyatakan dengan jelas memakai alat-alat bahasa, yaitu kata-kata tugas. Sedangkan cara implisit ialah tidak memakai kata-kata tugas, jadi harus ditafsirkan dari hubungan kalimat.

Gatra Tambahan menerangkan Kata Kerja (Gatra Perbuatan) – Pola Kalimat 1 - #Renggang

***

Tugas Latihan

       Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini di buku tulis/kertas jawaban! 
1.Buatlah contoh kalimat disertai adanya :
- Gatra Pelengkap Penyerta
- Keterangan Sebab
- Keterangan Akibat
- Keterangan Perlawanan
- Keterangan Pembatasan
- Keterangan Perbandingan
- Keterangan Kondisional

2.Buatlah contoh kalimat disertai adanya :
- Keterangan Keragu-raguan
- Keterangan Optatif (Harapan) dan Desideratif (Keinginan)
- Keterangan Ajakan
- Keterangan Aspek Inkoatif
- Keterangan Aspek Frekuentatif
- Keterangan Aspek Spontanitas

3.Buatlah contoh kalimat disertai adanya :
- Gatra Pelengkap Penyerta
- Keterangan Sebab
- Keterangan Akibat
- Keterangan Perlawanan
- Keterangan Pembatasan
- Keterangan Perbandingan
- Keterangan Kondisional

4.Buatlah contoh kalimat disertai adanya :
- Keterangan Keragu-raguan
- Keterangan Optatif (Harapan) dan Desideratif (Keinginan)
- Keterangan Ajakan
- Keterangan Aspek Inkoatif
- Keterangan Aspek Frekuentatif
- Keterangan Aspek Spontanitas
www.sketsarumah.com
www.sketsarumah.com Enggak jauh dari desain dan menulis, diimajinasikan dengan kopi di studio sketsarumah.com.

Posting Komentar untuk "#10 Uraian Kalimat Tunggal"

Hanya dari kebiasaan menulis sederhana
Menjadi Penulis Terampil
Motivasi Menulis

Gimana nih! memulai menulis

Motivasi Menulis
Kejutan dulu,
lalu Keteraturan

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kalimat

Motivasi Menulis

Merekam objek ide tulisan

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kata

Motivasi Menulis
Agar Menulis
tidak Lumpuh

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

menulis.sketsarumah.com
Seputar #sejarahislam #biografi #salafushshalih #caramenulis #deskripsi , #eksposisi , #artikel , #essay , #feature , #ceritanyata , #cerpen nonfiksi , #novel nonfiksi , #kisah inspiratif , #biografi inspiratif di studio www.sketsarumah.com.

Ikuti yuk!
Telegram: t.me/menulissketsarumah_com
Twitter: twitter.com/menulisketsarmh

Simpan yuk!
WhatsApp: wa.me/+6285100138746 dengan nama: www.sketsarumah.com