Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

#10 Perkembangan dalam Paragraf (1)


            Perkembangan dan pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama yaitu pertama, kemampuan memperinci secara maksimal gagasan utama paragraf  ke dalam gagasan-gagasan bawahan, dan kedua , kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur. 

            Gagasan utama paragraf hanya akan menjadi jelas bila diadakan perincian yang cermat. Gagasan utama biasanya didukung oleh kalimat topik. Gagasan-gagasan bawahan dapat didukung masing-masing oleh sebuah kalimat atau lebih. Ada juga kemungkinan bahwa semua gagasan bawahan sudah tercakup dalam kalimat topik. Malahan ada dua gagasan bawahan yang didukung oleh sebuah kalimat saja.

            Untuk mengembangkan sebuah paragraf, baik untuk memperinci gagasan utama, maupun untuk mengurutkan perincian-perincian itu dengan teratur, dikembangkanlah bermacam-macam metode pengembangan. Metode pengembangan mana yang dipakai tergantung dari sifat paragraf itu. Dasar pengembangan paragraf dapat terjadi karena adanya hubungan alamiah, hubungan logis serta ilustrasi-ilustrasi. Hubungan alamiah didasarkan pada keadaan yang nyata di alam (urutan kejadian, urutan tempat atau sudut pandangan) sedangkan hubungan logis didasarkan pada tanggapan penulis atas relasi dari perincian-perincian itu.

            Di bawah ini akan diuraikan beberapa metode pengembangan itu sesuai dengan dasar pembentukan paragraf tersebut.

Umum - Khusus, Khusus - Umum

            Kedua cara ini, merupakan cara yang paling umum untuk mengembangkan gagasan-gagasan dalam sebuah paragraf yang teratur.

            Dalam cara yang pertama (Umum – Khusus) kalimat utamanya yang masih umum ditempatkan pada awal paragraf, lalu kalimat-kalinat khusus atau perinciannya terdapat dalam kalimat-kalimat berikutnya. Paragraf inilah yang bersifat deduktif. 

            Contoh telah kita lewati pada Postingan #06 Paragraf, Letak Kalimat Topik atau Kalimat Utama. Baik, kita "copas" kembali disini :

         "Pada pagi hari, suasana lingkungan rumah Abdurrahman begitu indah. Di sekitar rumah berderet pohon-pohon yang memberi keteduhan. Sementara itu, kicau burung menembah semaraknya pagi itu. Di kejauhan, terlihat gunung Sumbing yang gagah dan gunung Sindoro yang penuh misteri."

            Sebaliknya pada cara yang kedua (Khusus – Umum) mula-mula dikemukakan perinciannya berupa kalimat-kalimat khusus, kemudian pada akhir paragraf generalisasi (kalimat umum) nya. Hanya dibalik saja dari cara yang pertama. Dan, paragraf ini bersifat induktif. 

            Contoh inipun hanya dengan membalik kalimat umum contoh di atas menjadi di akhir paragraf:

         "Di sekitar rumah Abdurrahman berderet pohon-pohon yang memberi keteduhan. Sementara itu, kicau burung menembah semaraknya pagi itu. Di kejauhan, terlihat gunung Sumbing yang gagah dan gunung Sindoro yang penuh misteri. Pagi hari ini, suasana lingkungan rumah Abdurrahman begitu indah."

            Sebuah variasi dalam kedua jenis paragraf itu adalah semacam penggabungan, yaitu pada awal paragraf terdapat gagasan utamanya yang diterapkan pada kalimat utamanya (jadi bersifat umum - khusus), tetapi pada akhir paragraf kalimat utama tadi diulang sekali lagi, terkadang dengan variasi kata-kata lain namun dengan makna yang sama. Apa gunanya? Untuk penekanan.

            Contohnyapun yang sama telah kita lewati :

          "Pada pagi hari, suasana lingkungan rumah Abdurrahman begitu indah. Di sekitar rumah berderet pohon-pohon yang memberi keteduhan. Sementara itu, kicau burung menembah semaraknya pagi itu. Di kejauhan, terlihat gunung Sumbing yang gagah dan gunung Sindoro yang penuh misteri. Sungguh pagi yang elok dan hangat."

          Ada baiknya, kita latihan sebentar,

Latihan 1
            Berikut ini ada kalimat-kalimat yang susunannya masih tidak beraturan, aturlah sesuai urutan yang teratur dengan pola pengembangan paragraf Umum - Khusus, Khusus - Umum, dan Variasi Gabungan keduanya :
  • Foto dan poster penyanyi terpajang rapi di kamar.
  • Walaupun sudah tidak didengar, musik terus diputar.
  • Dari bangun pagi hingga mau tidur kembali, musik selalu mengiringi.
  • Hari-harinya tidak pernah kosong dengan musik.
  • Bahkan, tak jarang tidur terlelap dengan headset melekat di telinga.
  • Bagi sebagian orang, musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya.
  • Seolah-olah, musik dan artis musik telah mendarah daging.
  • Sebagiannya dijadikan sebagai wallpaper HP hingga kaos dan suvenir.
            Mohon, jangan melihat kunci jawaban sebelum mencoba menyusun urutannya menjadi paragraf yang baik.

        Kunci jawaban : KLIK! disini

            Demikian pula cara menganalisa paragraf-paragraf  lainnya dengan macam-macam metode pengembangan yang lain. Yang paling penting adalah menetapkan gagasan utamanya, baru kemudian dipersoalkan bagaimana perinciannya. Paragraf yang bersifat deduktif atau induktif lebih mudah dianalisa karena gagasan utamanya didukung oleh sebuah kalimat topik. Sebaliknya paragraf yang gagasan utamanya didukung oleh semua kalimat (deskriptif dan naratif) agak lebih sukar karena harus dirumuskan secara tersendiri dengan memperhatikan isi semua kalimatnya.

          Ada banyak cara pengembangan dalam paragraf yang lainnya. Untuk pembahasannya akan kita lanjutkan nanti yang akan datang setelah kita mulai mencoba untuk menulis suatu tulisan Eksposisi dari ide sendiri. Penundaan pembahasan tersebut adalah dengan alasan:
  • Mencukupkan lebih dahulu metode pengembangan paragraf Umum-Khusus, Khusus-Umum, dan Variasi (gabungan) keduanya sebagai metode tingkat awal dalam belajar menulis Eksposisi.
  • Jika terlalu banyak (masih ada 9 metode lagi) metode yang dipelajari di awal, dikhawatirkan akan menjadi kendala dalam memulai menulis. Pelajar akan takut memulai menulis karena banyaknya metode dan aturan, sehingga takut salah.
  • Metode-metode pengembangan paragraf lainnya dapat juga dipelajari seiring berjalannya proses belajar menulis, ketika membuat tulisan yang butuh kepada pengembangan paragraf  dengan metode-metode lainnya.
***


www.sketsarumah.com
www.sketsarumah.com Sederhana itu Lebih - Less is More. Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdaya guna.

Posting Komentar untuk "#10 Perkembangan dalam Paragraf (1)"

Menjadi Penulis Terampil
Hanya dari kebiasaan menulis sederhana
Motivasi Menulis

Gimana nih! memulai menulis

Motivasi Menulis
Kejutan dulu,
lalu Keteraturan

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kalimat

Motivasi Menulis

Merekam objek ide tulisan

Bahasa Indonesia
Belajar
Menulis Artikel

Bahasa Indonesia
Belajar
tentang Kata

Motivasi Menulis
Agar Menulis
tidak Lumpuh

Bahasa Indonesia
Belajar
Gaya Bahasa

menulis.sketsarumah.com
Seputar #sejarahislam #biografi #salafushshalih #caramenulis #deskripsi , #eksposisi , #artikel , #essay , #feature , #ceritanyata , #cerpen nonfiksi , #novel nonfiksi , #kisah inspiratif , #biografi inspiratif di studio www.sketsarumah.com.

Ikuti yuk!
Telegram: t.me/menulissketsarumah_com
Twitter: twitter.com/menulisketsarmh

Simpan yuk!
WhatsApp: wa.me/+6285100138746 dengan nama: www.sketsarumah.com